lunching-stadion-pakansari-persikabo-bogor

Launching Persikabo

 Besok Team kebanggaan masyarakat Bogor, Persikabo akan launching Team Divisi Utama 2014, dengan mengusung thema GO TO ISL, diharapkan musim ini adalah musim terakhir Persikabo di Divisi Utama, karena musim depan sudah naik ke ISL.

persikabo (3)

‘Laskar Pajajaran’ Andalkan Putra Daerah

persikabo (3)CIBINONG – Pakuan Raya. Mantan asisten pelatih Persikabo, Dudung Abdulloh berharap, Laskar Pajajaran bisa memberikan kesempatan kepada pesepakbola lokal Bogor, untuk tampil di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, musim depan.
Menurut Dudung, selama ini banyak pemain lokal berkualitas. Hanya saja, banyak dari mereka hanya duduk di bangku cadangan, dan jarang diberikan kesempatan untuk tampil sebagai starter.
“Kualitas pemain lokal Bogor seperti Erick, Kresna, Rojali, Wawan Susilo, Septian, sebenarnya tidak kalah dengan pemain lokal nasional yang selama ini banyak direkrut manajemen. Mudah mudahan John Arwandi, atau siapapun pelatih yang nanti ditunjuk mampu meramu kekuatan Persikabo, dengan talenta lokal Bogor semua,” kata Dudung .
Dia menegaskan, Persikabo musim ini memasang target bertahan, di Divisi Utama Ligina, dengan menggunakan materi pemain lokal Bogor. ditambah legiun asing berkualitas di atas rata-rata.
“Berikan kesempatan bermain yang lebih banyak kepada para pemain lokal. Bila perlu semua pemain lokalnya dari Bogor semua. Hingga nantinya ketika Persikabo merebut tiket ke ISL,” tegas Dudung.
Dengan memaksimalkan putra daerah, Persikabo tak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk belanja pemain. Hal itu juga sesuai dengan tujuan Pemilik Persikabo, Rachmat Yasin (RY) yang rutin menggelar Piala Emas Rachmat Yasin (PERY) demi regenerasi pemain bola di Bogor.
“ Buat apa kita banyak menggelar event junior mulai dari ajang PERY hingga kompetisi antar klub anggota Pengcab PSSI dan Persikabo, kalau akhirnya para pemain lokal Bogor sendiri lebih banyak yang tidak terakomodir dalam tim Persikabo,” sambungnya.
Sementara itu, Dicky Dompas, eks Ketua Umum Kabomania mengatakan, sudah saatnya pengurus atau manajerial Tim Persikabo yang akan datang benar benar bisa mengoptimalkan potensi pemain muda Bogor.
“Tiap musim manajemen jor- joran membeli pemain dari luar Bogor. Tapi tetap saja selama delapan tahun Persikabo bermain di kompetisi Divisi Utama. Kalau hanya targetnya bertahan di Divisi Utama, apa salahnya Persikabo pakai pemain lokal. Toh tujuan digelarnya kompetisi seperti PERY untuk ke depannya direkrut di Persikabo,” jelas Dicky Dompas.=UYE

Logo Persikabo Bogor

Tak Ada Leader di Lapangan

Cibinong – Kegagalan Persikabo mengamankan poin penuh pada laga kandang kontra PSCS Cilacap, Minggu (3/3), kemarin, cukup menjadi sorotan masyarakat Bogor. Hasil imbang 1-1 tersebut dirasa bukan hasil maksimal ‘Laskar Padjajaran’ mengingat materi pemain tim yang dibesut Deny Syamsudin ini diatas kertas lebih baik ketimbang tim tamu. Mantan Pemain Persikabo, David Pagbe yang juga menyaksikan laga tersebut mengatakan, seharusnya Rojali Cs. bisa memenangkan laga tersebut. Namun, ia menilai tak adanya pemain yang menjadi ‘leader ‘di lapangan membuat kolektivitas pemain kurang maksimal.

“Saya memang terus memantau pertandingan Persikabo, dan saya lihat permainan sudah bagus, hanya kolektivitas pemain masih kurang, karena tidak ada leader di lapangan, sehingga koordinasi antara satu pemain dengan pemain lainnya juga tak berjalan dengan baik,” ujar David Pagbe saat ditemui PAKAR, kemarin.
Bek yang kini belum bisa bermain untuk Semen Padang, karena harus istirahat pasca-operasi kaki ini berharap ‘Laskar Padjajaran’ bisa segera memperbaiki kekurangannya, dan memanfaatkan sisa laga yang ada untuk mengamankan posisi di klasemen Grup II Kompetisi Divisi Utama PT. Liga Indonesia musim ini.

“Saya yakin mereka bisa, karena materi pemain sudah bagus, kolektifitas pemain saja yang harus diperbaiki, dan juga motivasi untuk bisa memenangkan setiap pertandingan. Saya optimis Persikabo bisa lolos ke babak 12 besar,” tambahnya.
Sementara itu, kedatangan David Pagbe ke Stadion Persikabo mendapat sambutan luar biasa dari Kabomania. Begitu melihat Pagbe, Supporter militan Laskar Padjajaran ini langsung menyerbu mantan bintang Padjajaran era 2007 untuk berfoto bersama. “Kami harap Pagbe bisa kembali merumput di Persikabo, karena dia salah satu pemain idola Kabomania,” tukas Adi Putra , usai berfoto bersama dengan David Pagbe

 

Sumber : Pakuan Raya

J-LO mandul

JLO Mandul!

J-LO mandulCibinong – Legiun Asing rekrutan Persikabo, Julio Lopez belum mampu menunjukan tajinya di sepanjang putaran pertama Kompetisi Divisi Utama PT. Liga Indonesia musim ini. Dari enam laga yang telah dilakoni Laskar Padjajaran, belum satu gol pun berhasil dicetak mantan striker Persisam Samarinda itu.
Penampilan Lopez pun mulai jadi sorotan penonton yang hadir menyaksikan laga kandang Persikabo kontra PSCS Cilacap, kemarin. Bahkan, dari arah tribun, terdengar suara suporter berteriak meminta pelatih segera menggantinya.

Mandulnya J-lo juga diakui tim pelatih Persikabo. Asisten Pelatih Laskar Padjajaran, Abdush Sobur mengatakan, minimnya kontribusi Julio Lopez di setiap laga menjadi catatan tersendiri. Bahkan, baik manajemen dan pelatih sudah memperingatkan J- lo untuk bisa tampil ‘all out’ saat menjamu Laskar Nusakambangan.

“Penampilan J-lo memang menjadi catatan kami, dan kita sudah memberikan warning kepada dia. Sebelumnya pelatih Deny juga telah memperingatkan dia, jika permainannya seperti itu terus, manajemen bisa mengevaluasi kontraknya,” kata Abdush Sobur menjelaskan. Ya, sebelumnya entreneidor Persikabo, Deny Syamsudin telah memberikan warning kepada pemain terakhir yang direkrut Laskar Padjajaran ini. Walaupun peran J-lo cukup penting dalam tim, namun penampilannya dinilai masih kurang maksimal.

Jika dua laga tandang nanti J-lo tak juga menyumbangkan gol bagi Persikabo, bukan tak mungkin pemain bernomor punggung 10 ini terdepak dari skuad ‘Panglima Hijau’. Apalagi manajemen juga telah mengisyaratkan akan melakukan belanja pemain untuk memperkuat skuad Persikabo di putaran kedua Grup II nanti. Jika manajemen akan melakukan belanja pemain, mungkin ada beberapa pemain yang akan terbuang di akhir putaran pertama nanti.
“Hasil rapor pemain di putaran pertama nanti memang akan jadi faktor penentu apakah mereka akan direkomendasikan akan dilanjutkan kontraknya atau tidak. Kan percuma jika mereka tidak memberikan kontribusi positif bagi Laskar Padjajaran tapi tetap digaji, kasihan yang maennya bagus,” ujar Manajer Teknik Persikabo, Edison Hutahean.
Hasil minor di dua laga terakhir Persikabo, menurut Edison menjadi tamparan keras bagi tim, sehingga mau tidak mau Tugi Hadi dkk. harus mampu memaksimalkan dua laga terakhir di putaran pertama ini, jika masih ingin mempertahankan posisi tiga besar di klasemen Grup II.
“Hasil imbang kemarin benar-benar mengecewakan, dan saya harap laga selanjutnya harus bisa dimaksimalkan pemain,” lanjutnya. Persikabo sendiri hanya menyisakan dua laga tandang kontra Persitara, Selasa (12/3), dan terakhir di markas Persikad Depok, Sabtu (30/3).

 

Sumber : Pakuan Raya

pebeel

Maksimalkan Dua Laga Terakhir

pebeelCibinong – Persikabo kembali menuai hasil minor pada laga lanjutan Kompetisi Divisi Utama PT. Liga Indonesia. Saat menjamu PSCS Cilacap, di Stadion Persikabo, Cibinong, Minggu (3/3), Laskar Padjajaran hanya mampu mengemas satu poin karena ditahan imbang lawannya dengan skor 1-1. Hasil tersebut membuat posisi Persikabo di klasemen papan atas Grup II pun terancam. Karena mereka harus melakoni dua laga tandang di putaran pertama musim ini.
Dengan raihan 9 poin dari total 6 pertandingan, tim besutan Deny Syamsudin ini masih bisa terkejar rival mereka yang hanya beda selisih satu poin seperti Persitara Jakarta Utara, dan Persip Pekalongan.

Mau tidak mau, Persikabo harus bisa memenangkan dua laga tandang terakhir di putaran pertama, untuk mengamankan posisi mereka di posisi tiga besar klasemen.
“Kami selaku tim pelatih mohon maaf kepada publik masyarakat Bogor karena gagal mewujudkan target sapu bersih laga kandang di putaran pertama ini. Kita sudah berjuang untuk bisa meraih poin penuh, tapi kita hanya bermain imbang dengan lawan,” ujar Asisten Pelatih Persikabo, Abdush Sobur dalam sesi konferensi pers, usai laga kemarin.
Mantan asisten Pelatih Bogor Raya FC ini menambahkan, kegagalan timnya meraih poin penuh dalam laga kemarin diakibatkan pemain kurang tenang dan sempat panik setelah PSCS Cilacap berhasil menahan imbang Laskar Padjajaran di babak kedua.

Hal itu yang menjadi bahan evaluasi Persikabo untuk menghadapi dua laga tandang berikutnya kontra Persitara Jakarta Utara, Selasa (12/3), dan Persikad Depok, Sabtu (30/3).
“Pemain terlalu terburu – buru, sehingga penyelesaian akhir kurang baik, ya untuk selanjutnya akan jadi bahan evaluasi kita, untuk bisa merebut poin penuh di dua laga tandang kita nanti untuk mengamankan posisi tiga besar,” lanjutnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Persikabo, Budi Harto yang juga mengaku kecewa. Dia berharap Laskar Padjajaran mampu memperbaiki performanya di laga selanjutnya. “Kita akui hasil ini mengecewakan, tapi kami ingin tren negatif ini segera diakhiri, dan kita bisa kembali menoreh hasil maksimal di laga selanjutnya,” tukasnya. Sementara itu, tim tamu, PSCS Cilacap juga memuji tim tuan rumah. Menurut mereka, Persikabo memiliki materi pemain yang mumpuni, dan berpeluang besar untuk lolos ke babak 12 besar.
“Persikabo tim yang bagus, dari sisi materi kita kalah. Tapi saya selalu tekankan kepada anak-anak untuk bermain lepas, dan saya memanfaatkan kelemahan Persikabo yang minim pada gerakan eksplosif pendek,” ujar Pelatih PSCS, Gatot Barwono

 

Sumber : Pakuan Raya

Untitled-92

Ditahan Nusakambangan, Persikabo Tetap menghuni Peringkat 3

Untitled-92Cibinong – Dibandingkan pada laga sebelumnya, skuad Persikabo Kabupaten Bogor kontra PSCS Cilacap cukup sarat emosi. Trik dan intrik dipertontonkan kedua tim. Namun pertarungan perebutan puncak klasemen sementara Grup 2 Divisi Utama Liga Indonesia, akhirnya milik Laskar Nusakambangan setelah menahan imbang tuan rumah 1-1.

Berlaga di Stadion Persikabo, Minggu (3/3), Persikabo tak bisa merebut puncak klasemen dan tetap di peringkat ke-3 dengan 9 poin. Jika Laskar Padjajaran tak puas, sebaliknya Laskar Nusakambangan menghuni peringkat atas dengan 10 poin, unggul selisih gol dengan PSIS Semarang yang juga mencatat poin sama.
Kedua tim bermain terbuka pada babak pertama. Sejumlah peluang pun lahir misalnya dari Handri, Mustopa Aji dan Andi Sopyan.

Seisi stadion pun bersorak setelah Persikabo unggul lebih dulu melalui umpan sang ikon Persikabo, Rozhaly diselesaikan sempurna Mustopa Aji pada menit ke-28. Unggul 1-0 itu bertahan hingga jeda. Rozhaly turun menggantikan pemain tengah Cucu Hidayat yang ditarik keluar karena masih sakit.
Pada babak kedua, giliran PSCS yang bisa menyamakan 1-1 lewat counter-attack pada menit 52. Satu peluang gol tim tamu ini berakhir gol setelah umpan crossing dari sisi kanan tak bisa diredam barisan pertahanan. Bek Persikabo Eduard Valuta terlambat menutup gerak Nnengue Bienyenu. Bola sempat rebound dan diblok kiper Agus Rohman, namun Bienyenu menyambarnya hingga Kabomania tersentak dan tak bisa dibalas hingga laga usai.

PSCS rupanya memanfaatkan explosive speed pendek dua bek Persikabo yang tampak mulai menurun. Bahkan Mustopa Aji yang jadi target man mulai terbaca sehingga dia mendapat marking berlapis pemainnya. Laga ini juga sempat dihentikan wasit setelah pendukung Persikabo, Ultras menyalakan petasan asap yang menggelapkan lapangan.
“Kami apresiasi telah bersaing dengan fair, masyarakat Bogor juga fair,” ucap wakil manajer PSCS Rasino ketika konferensi pers. “Kami bermain lepas dan motivasi pemain tinggi. Memang pada babak pertama kami perlu adaptasi, tapi situasi akhirnya berubah dan lebih memilih bertahan di babak kedua. Ini hasil yang menyenangkan karena lawan tim Jabar kami menang,” sambung pelatih PSCS Gatot Barnowo, yang dia maksud adalah menang 2-0 kontra Persikad Depok.

Di kubu Persikabo asisten pelatih Abdush Shobur mengaku kecewa. Dia tak memungkiri timnya tak bisa meredam serangan balik PSCS, meski Persikabo telah tampil dominan dan menciptakan banyak peluang. “Mainnya masih emosional dan terpancing lawan. Ada pemain kita yang tak fit,” kata dia. “Ya, inilah pertandingan kami akan perbaiki di dua laga sisa putaran pertama ini,” jelas sekretaris tim Harto Budi yang memberikan keterangan pers mewakili manajemen.

 

Sumber : Jurnal Bogor